Rabu, 28 Januari 2015
Bukan Soal Berjalan
Selasa, 27 Januari 2015
Sosok Ibu
beliau adalah sosok yang perkasa.
Perasaan peka serta kasih sayang yang tulus melahirkan cinta tanpa alasan.
Walau tak jarang melukai perasaannya namun tak ada alasan untuk berhenti mencintai.
Bagaimana jika kusebut malaikat, karena dalam kondisi apapun ia selalu ada tanpa syarat.
dan bukankah tulang rusuk yang melindungi hati dan jantung agar tidak terkoyak?
Maha besar engkau sang pencipta segalanya.
Aku sepatutnya bersyukur dan sudah sepantasnya membalas.
Senin, 26 Januari 2015
Diam Itu Lebih Baik?
"Diam itu adalah emas" adagium yang sudah dikenal dan ditelan mentah-mentah oleh sebagian besar jika kita bicara tentang bagaimana menyikapi masalah. Secara umum mungkin mereka lebih memilih diam untuk sekedar meredam masalah. Dengan diampun banyak hati yang terselamatkan dari luka.
Namun apa benar diam itu emas? Membiarkan kesewenangan dari luar mengontrol diri dari setiap insan. Sejujurnya dalam diri masih tersimpan bara untuk sekedar mengungkapkan pendapat namun kebanyakan lebih memilih diam, ya karena diam itu emas.
Ada lagi kalimat tua yang mengatakan "Tong Kosong Nyaring Bunyinya" sejak kecil sudah tertanam, merupakan pembenaran dari kalimat bijak diam itu adalah emas.
Memang benar ada baiknya kita diam, namun berkata pun bukan hal yang buruk. Hanya sekedar menyelamatkan hati seseorang dari luka bukanlah suatu kebenaran jika memang patut diperjuangkan. Terpaku pada kalimat tua tong kosong nyaring bunyinya, mengartikan seolah-olah orang diam itu yang berilmu. Tidak semuanya benar, ada kalanya kita berbicara dan diam untuk mendengar.
Seorang guru mengatakan bahwa manusia yang saling memberikan pendapat dan menerima masukan adalah manusia seutuhnya. Namun manusia yang tidak memberikan masukan dan tidak memberikan pendapat adalah manusia jadi-jadian. Dipahami jika manusia sendiri memiliki keseimbangan dalam hidup yakni menerima dan memberi, kita dapat belajar dari menerima dan berbagi dari memberi.
"Diam itu baik namun berbicara itu tidak buruk"
Selasa, 08 Juli 2014
Hilang Sendiri
Semua atas nama rakyat !
Mereka berjanji..
Mereka berucap..
Jauh sebelum mereka naik di singgasana..
Kami tidak tuli, mendengar semua janji
Kami tidak buta, melihat kalian berjalan, menyapa dan berucap saya bla bla bla..
Jangan membuat kami ragu
Menarik perhatian kami
Membuat kubu diantara kami
Tarik urat, saraf tak kelak
Satu sama lain saling menjatuhkan
Mediapun begitu, tak adil
Atas nama informasi, tak ada netralitas
Elektabilitas masa bodo
Ah, sudahlah nanti juga hilang sendiri
Seiring waktu mendatang...
Setelah itu pun kami lihat kisah kausalitas
Karena kami adalah rakyat
Bukan butuh pembenaran.
Esok adalah 9 juli. Seharusnya milik kami
Bukan kalian.
Ingat, kalian hanya duduk dan kami yang memimpin. Ah, nanti juga hilang sendiri..
Janji yang tak pasti hingga ditinggal mati..
Minggu, 26 Januari 2014
Relung Hati
Senin, 09 Desember 2013
Aku Dan Kopi
Entah apa yang ada di dalam dirimu, walaupun engkau memberikanku rasa pahit tapi aku suka, walaupun engkau berwarna hitam tapi aku suka, dan engkau pun berhawa panas tapi aku pun tetap suka juga. Candu akan dirimu membuatku sadar akan sebuah pembelajaran, aku belajar untuk menahan diri, menunggu saat yang tepat untuk mendapatkan sebuah rasa yang tak tergambarkan lewat frasa, kutunggu buih -buih itu turun sembari melihat dan menghirup hawa nafasmu yang mengepul keluar dari peraduan, tetap tenang, jaga ambisi, dan nikmatilah prosesnya untuk mencapai hasil yang maksimal. Pun dari rasa pahit yang terselip manis, seperti hidup yang haram tanpa kepahitan dan rasa manis itu adalah bonus atas perjuangan. Mengapa kusebut bonus? karena jika terlalu banyak mengkonsumsi manis hanya akan membawa kehancuran. Rasa pahit dan sela-sela manismu adalah kolaborasi unik dalam sensasi rasa.
Tak pandang bulu, ku melihat dirimu begitu disukai banyak orang, dari mulai borju ataupun kaum lusuh, di warung-warung kopi kampung atau cafe-cafe alunan musik jazz, semua menikmatinya, seperti kebutuhan yang tak terelakkan. ya, itulah dirimu, semua kalangan bisa menikmati, dan jika boleh disebut kamu ini penyambung sejuta umat, seperti jembatan yang dijadikan jalan bersama, melupakan perbedaan dalam menikmatinya, dan karena perbedaan itu terciptalah harmonisasi. Ya, hanya karenamu secangkir kopi.
Terlebih lagi penempatan dirimu yang begitu tepat, saat santai sambil bersenda gurau, engkau hadir menyempurnakan suasana, dan saat serius pun engkau berikan jawaban tersirat yang datangnya entah darimana. Jika saja dalam sehari tidak bersua denganmu, rasanya seperti kehilangan sesuatu yang berharga, timbul gundah, pikiran kosong dan tak bermakna. Ya, karenamu aku sudah menjadi candu.
Ya, seperti itulah aku dan secangkir kopi, siapa tahu bahwa kopi itu memiliki nilai dan telah menjadi cerita dalam hidup. dan bukan masalah jika anda tidak menyukai kopi namun di dalam kopi terdapat rasa, warna, dan aroma khas yang sejati untuk dijadikan pembelajaran. Perbedaan dalam kesukaan rasa dan cara menikmati kopi adalah warna dalam dunia kopi. Marilah kawan seruput kopimu !!
Jumat, 21 Juni 2013
Diskusi atau Debat Kusir
Pada realitanya kita diperlihatkan sebuah lambaian bibir yang tak ada maknanya, mereka menggunakan akal dan budinya untuk saling beradu persepsi. Hal itu dinamakan debat kusir, debat yang tak ada ujungnya, dimana dua orang atau lebih saling ngotot untuk mempertahankan persepsinya tak kenal lelah mereka berbicara sampai-sampai ludah yang mereka punya kekeringan karena terus berucap. Kasihan sekali mereka ini berbicara tanpa makna, membuang waktu saja. Lebih baik gunakan waktu untuk berbenah diri misalnya saja minum kopi sambil mencari inspirasi, atau pijat refleksi untuk merelaksasikan diri.
Rabu, 13 Februari 2013
Hedonisme Harus Mati
Budaya hedon itu sendiri biasa terjadi dari masyarakat kota-kota besar, mereka dituntut untuk merasa bosan akan sebuah kemajemukan dan padatnya rutinitas, sehingga mereka pun membutuhkan kegiatan yang dianggap perlu untuk menghilangkan rasa jenuhnya. Mereka sebisa mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan demi tercapainya tujuan yakni kesenangan. Mereka bisa lupa akan sebuah batasan kebebasan, mereka bisa terjerumus dalam sebuah kemuslihatan, mereka bisa lupa akan hakikatnya sebagai manusia di bumi, dan pada akhirnya mereka akan terasingkan oleh aturan yang mengelilinginya. Konsumtif dan serba mewah adalah hal yang dapat dicerminkan dari apa yang bisa dilihat dari negeri ini, lihat saja mobil para anggota dewan, barang-barangnya, rumahnya dan tren hidup mewahnya, tidak selaras dengan apa yang dimiliki dengan para pemberi amanah.Semakin jauh jarak antara kaum borjuis dan kaum protelar semakin mencerminkan kalau budaya hedonis tidak pantas untuk negara berkembang.Sabtu, 09 Februari 2013
Media dan Sensasi

Senin, 07 Januari 2013
Gelak Tawa
ketika mengundang tanya
Sindir nyata menjadi warta
disaat menyambut tawa
Kadang bertanya dan tertawa
Kadang berduka dan bersuka
Mereka yang bertanya seperti mereka yang tidak tertawa
mereka yang tertawa seperti mereka yang tidak bertanya
Satu gelak tawa berawal dari kata maupun rasa
Kata yang mengandung makna tawa, tidak berisi retorika
Tujuan per-kata adalah gelak tawa
Tanpa mengajak atau pun memaksa mereka tertawa tanpa sandiwara
Tawa mereka tak ada apa-apa, hanya berupa gelak tawa
Gelak tawa ditertawakan atau gelak tawa menertawakan
Selalu ada rasa disetiap gelak tawa, ingin menyenangkan atau menyedihkan
bisa dikonkretkan dalam gelak tawa.
Gelak tawa yang sebenarnya tawa adalah gelak tawa anak-anak
Tawa yang tak mengandung apa-apa hanya berupa gelak tawa
Gelak tawa bersifat sementara menuju konsepsi bahagia
Yang sederhana, bahagia itu gelak tawa
Yasudahlah hanya gelak tawa

